Rabu, 08 Juli 2020

Belajar Menulis Gelombang 12 - 17


Proses Menerbitkan Buku Ajar

Resume Kuliah Pertemuan ketujuhbelas


Belajar Menulis Gelombang 12
Pertemuan 17 : Rabu, 8 Juli 2020
Waktu              : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri          : Joko Irawan Mumpuni
Topik                : Proses Menerbitkan Buku Ajar
Peresume        : Dra. Arnita Budi Siswanti, M.Hum
                          (arnita.znt@gmail.com)



Rabu, tanggal 8 Juli 2020 merupakan pertemuan ke-tujuhbelas, kelas belajar menulis online gelombang 12 bersama Om Jay. Pertemuan dibuka oleh Om Jay yang mempersilahkan Ibu Aam Nurhasanah sebagai moderator dan nara sumber kita malam ini adalah Bapak Joko Irawan Mumpuni. Beliau adalah Direktur Penerbitan, Penerbit ANDI, penulis buku bersertifikat BNSP dan Asesor BNSP.


Bapak Joko Irawan Mumpuni menyampaikan materi dengan cara memberikan slide dan paparan menggunakan voice note tujuannya supaya peserta memperhatikan dengan seksama tidak hanya copy paste. Ide yang bagus untuk membiasakan menulis dengan bahasa sendiri. Suara beliau jelas, tegas, intonasi mantap, pelan-pelan sehingga mudah untuk diikuti sambil membuat resume.

Publikasi Bagi Akademisi untuk Apa?
Bapak Joko Mumpuni lebih suka menggunakan istilah publikasi atau penerbitan daripada istilah menulis. Karena menulis hanya sekedar menulis, semua orang bisa menulis, tetapi belum tentu menerbitkan tuisannya. Guru termasuk akademisi. Menurut Bapak Joko, publikasi bagi akademisi memiliki tujuan antara lain:
1.     Orientasi pada profit, ingin  mendapatkan royalti.
2.     Nirlaba (CSR/ Pengabdian). Hidup ini harus berarti bagi sesama.
3.     Branding/ Promosi. Supaya menang dalam Pilkada.
4. Memenuhi regulasi/ Akreditasi. Bagi dosen dan guru untuk memenuhi regulasi kenaikan pangkat.


Kita Pada Level Apa?
Apa tujuan kita menerbitkan tulisan? Ada 8 langkah yang disampaikan oleh bapak Joko Irawan Mumpuni. Kita termasuk pada tangga yang mana?
1.     Saya  tidak ingin melakukannya
2.     Saya tidak dapat melakukannya
3.     Saya ingin melakukannya
4.     Bagaimana saya melakukannya?
5.     Saya akan mencoba melakukannya.
6.     Saya dapat melakukannya
7.     Saya akan melakukannya
8.     Ya, Saya melakukannya
Bapak Joko Irawan Mumpuni, mengharapkan kita pada level sudah melakukannya (sudah menulis), artinya langkah kita sudah benar. Apakah sampai di sini sudah selesai? Ternyata belum. Mengapa? Karena untuk menjadi penulis yang bukunya layak diterbitkan oleh penerbit harus memenuhi beberapa syarat. Bagi orang yang sudah populer, akan lebih mudah menerbitkan buku, misalnya Pak Jokowi, apapun yang beliau tulis akan laris. Yang paling bagus adalah penulis populer menulis buku yang juga populer, pasti akan sangat laris manis. Bagaimana dengan posisi penulis pemula? Bagi penulis pemula tidak perlu berkecil hati karena bisa menulis tema-tema yang sedang populer dan berusaha menulis dengan bagus. Insyaa Allah akan diterbitkan jika memenuhi kebutuhan pasar.

Ekosistem Industri Buku


Ada 4 komponen kelompok Besar (Stakeholder) pada ekosistem penerbitan buku yaitu:
1.       Penerbit
Pelaku pasar yang memiliki tanggung jawabnya paling besar. Mendapatkan persentase 60% tetapi menanggung biaya produksi dan kerugian jika buku tidak laku.
2.       Penyalur (Toko Buku)
Pelaku pasar mendapatkan keuntungan 30%.
3.       Pembaca
Merupakan pangsa pasar.
4.       Penulis
Pelaku pasar, yang mendapat keuntungan paling besar. Mendapat royalti 10%.

Menurut Bapak Joko Irawan Mumpuni, ada beberapa penghambat pertumbuhan industri penerbitan, antara lain: minat baca yang kurang, cenderung lebih suka menonton youtube dan televisi, literasi tertinggal karena minat menulis kita kurang, lebih banyak kebiasaan bicara, dan yang terakhir adalah kurangnya apreasi terhadap hak cipta, banyak buku difoto copy dan dibajak, akhir-akhir ini e-book ilegal, buku resmi discan dan didistribusikan yang merugikan pennulis dan penerbit.

Proses Naskah Menjadi Buku
Ada 4 langkah proses pengiriman naskah sampai siap dijual, langkah-langkah tersebut antara lain:
1.    Naskah dikirim ke penerbit, sebaiknya mengirim naskah berupa hard copy supaya aman, jika sudah disetujui pihak penerbit, baru menyerahkan soft copy.
2.       Naskah akan dinilai (direview), apakah naskah tersebut jika dijadikan buku layak jual atau tidak.
3.   Jika naskah diterima, penulis mengirim soft copy lengkap, berisi tentang judul buku, daftar isi lengkap, sinopsis, CV penulis.
4.       Penerbit bisa menentukan, edit, setting, cetak, dan buku siap dijual.

Proses Editing dan Setting
Proses editing dan setting dilakukan oleh pihak penerbit. Berikut ini penjelasan dari Bapak Joko Irawan Mumpuni.
1. Penerbit tidak menolak naskah dengan alasan editorial yang buruk (salah kalimat, salah ketik, titik, koma yang salah), karena penerbit Andi memiliki lebih dari 60 editor, yang merupakan ahli bahasa semua, sejelek apapun akan diedit oleh editor penerbit Andi. Bahkan penulis akan kaget karena naskah yang sudah menjadi buku akan menjadi lebih enak dibaca.
2. Siapa yang menentukan Judul? Judul berhubungan dengan setting cover, judul biasanya usulan dari penulis dimodifikasi oleh penerbit supaya laku karena penerbit sudah jauh lebih berpengalaman daripada penulis disesuaikan dengan minat baca masyarakat. Jadi cover, judul dan sinopsis harus dibuat menarik.

Ciri-ciri Penerbit yang Baik
Bapak Joko Irawan Mumpuni menjelaskan ciri-ciri penerbit yang baik. Adapun ciri-ciri penerbit yang baik adalah sebagai berikut:
1.      Memiliki visi misi yang jelas
2.      Memiliki Bussiness core lini produk tertentu
3.      Pengalaman penerbit
4.      Jaringan Pemasaran
5.      Memiliki Percetakan sendiri
6.      Keberanian mencetak jumlah eksemplar
7.      Kejujuran dalam membayar royalti

Apa yang penulis diperoleh?
Apabila buku sudah terbit, penulis akan memperoleh hal-hal berikut ini:
1.  Peningkatan Finansial
-      Royalti 10%, jumlah royalti tergantung jumlah pemasaran.
-      Diskon pembelian langsung
-      Seminar/ mengajar
2.  Peningkatan Karir
-      Adanya kebutuhan peningkatan status jabatan
-      Peluang karir di institusi atau perusahaan
3.  Kepuasan Batin
-      Buku sebagai karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa
-      Ketika buku kita ada di toko buku besar
4.  Reputasi
-   Buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya.
-      Sering diundang seminar.

Ada 4 kwadran jenis penulis
1.    Penulis idealis adalah penulis yang tidak butuh uang. Biasanya para guru besar. Atau orang-orang kaya yang ingin nulis hanya untuk branding.
2.     Penulis industrialis adalah penulis yang minta royalti banyak.
3.     Bukan penulis idealis
4.     Bukan penulis indutrialis
Yang disukai oleh penerbit adalah gabungan dari kedua kwadran penulis, yaitu penulis idealis dan penulis industrialis. Karena mereka selalu menjaga mutu tulisan tetapi juga produktif.

Pertanyaan yang sering muncul dari penulis adalah: Kapan buku kita diterbitkan? Penerbit tidak pernah menggunakan sistem first in first on (yang masuk duluan akan terbit terlebih dahulu, yang masuk terakhir akan terbit terakhir) tetapi tergantung dari kebutuhan pasar, buku manakah yang lebih dibutuhkan oleh pasar dalam waktu dekat. Untuk menentukan waktu yang ideal, adalah H-3 bulan, supaya ada persiapan waktu yang lebih longgar dan tidak mengorbankan kualitas buku.

Kesimpulan dari Bapak Joko Irawan Mumpuni.
Banyak salah pengertian antara apa yang diinginkan oleh penulis dan penerbit, namun setelah ada komunikasi semua akan terjawab. Bagaimana naskah yang diterima atau ditolak? Apakah ini pernyataan atau pertanyaan? Sebagai penutup Bapak Joko Irawan Mumpuni memberikan analogi dengan pertanyaan 7 ekor burung. Pada intinya beliau berharap kepada peserta belajar menulis online bersama Om Jay untuk segera menulis, apapun yang terjadi kirimkan dengan segala resiko sehingga harus mau banyak belajar.

Materi yang luar biasa sangat bermanfaat, memberikan motivasi kepada saya untuk semakin menguatkan niat untuk menulis dan menerbitkan buku. Semoga suatu saat buku saya dapat diterbitkan oleh penerbit Andi. Terima kasih Bapak Joko Irawan Mumpuni selaku nara sumber, semoga ilmunya menjadi amal jariyah. Terima kasih juga kepada Om Jay yang selalu memfasilitasi group belajar menulis online, dan juga kepada Bu Aam Nurhasanah yang telah mendampingi jalannya kuliah pada malam ini, semoga Bapak Ibu sehat selalu dan mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT.

Demikianlah resume yang saya buat kali ini, semoga bermanfaat. Masukan dan saran dari rekan-rekan sangat saya harapkan demi perbaikan tulisan ini. Terima kasih. Salam Literasi.



Selasa, 30 Juni 2020

Belajar Menulis Gelombang 12 - 12


Personal Branding di Blog dan Media Masa

Resume Kuliah Pertemuan keduabelas


Belajar Menulis Gelombang 12
Pertemuan 12 : Jum’at, 26 Juni 2020
Waktu              : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri          : Namin AB Ibnu Solihin
Topik                : Personal Branding di Blog dan Media Masa
Peresume        : Dra. Arnita Budi Siswanti, M.Hum
                          (arnita.znt@gmail.com)


Jum’at, tanggal 26 Juni 2020 merupakan pertemuan ke-duabelas, kelas belajar menulis online gelombang 12 bersama Om Jay. Pertemuan dibuka oleh Om Jay yang mempersilahkan Ibu Fatimah sebagai moderator dan nara sumber kita malam ini adalah salah satu motivator terbaik yang pernah ada di Indonesia, yaitu Bapak Namin AB Ibnu Solihin. Bapak Namin mengawali kuliah dengan memberikan voice note kurang lebih hampir tiga puluh menit. Saya memindahkan ke dalam speech to text di google document untuk memudahkan membuat resume, sambil mendengarkan pemaparan materi dari beliau. Suara beliau tegas dan jelas dengan intonasi yang mantap sehingga mudah untuk memindahkan suara beliau ke dalam teks. 


Bapak Namin AB Ibnu Solihin adalah seorang founder motivator pendidikan (dapat dibuka di motivatorpendidikan.com), Motivator & Trainer Pendidikan, Pembicara Seminar Parenting, Konsultan Branding Sekolah, Dosen, Blogger Pendidikan, Penggiat Pendidikan dan Ayah dari 3 Putri dan 1 Putra yang hidup tanpa Gadget dan Televisi selama delapan tahun terakhir ini. Sekarang beliau sedang mengembangkan sebuah komunitas anak tanpa gadget Jadi kita bisa juga memfollow akun instagram beliau atau instagram perjalanan beliau yang cukup panjang beliau, salah satunya yaitu anak tanpa gadget.


Beliau telah berkarier dalam dunia training, baik sosial maupun professional lebih dari lima belas tahun. Sejak Tahun 2015 telah berbagi Inspirasi pada lebih dari 250 lembaga Pendidikan, NGO, Komunitas dan Perusahaan di berbagai Kota dan Pelosok Indonesia.


Bapak Namin, memulai karir di dunia pendidikan sebagai Office Boy alias tukang sapu laboratorium computer di sekolah SMK  juga office Boy di Sekolah Dasar di satu lokasi yang sama. Pada saat yang sama beliau masih berstatus sebagai pelajar sekaligus sebagai seorang Ketua OSIS, hal ini dilakukannya untuk melatih mental kemandiriannya agar tidak tergantung pada orang tua dan orang lain. Sungguh perjuangan hidup yang luar biasa keras yang bisa mengantarkan beliau menjadi orang sukses seperti sekarang ini.


Hampir sepuluh tahun lamanya, Bapak Namin memberikan pelatihan gratis, yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2014. Bagi beliau berbagi tidak akan pernah rugi, justru dengan berbagi maka kebahagian akan diperolehnya. Ditahun 2013-2015, beliau bersama dengan teman-teman Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetak dan juga menjadi Project Manager dalam program Pelatihan menulis bagi guru Teacher Writing Camp (TWC). Semoga menjadi tabungan amal jariyah ya Bapak. Salut dengan semangat berbagi Bapak Namin terhadap sesama.


 Menurut Bapak Namin, membranding diri tidaklah mudah, itulah kenyataan yang dialami oleh beliau. Pada tahun 2012-2015, beliau melakukan beberapa kali Branding sebagai founder @guruberakhlak dengan mendirikan guruberakhlak.com, founder @gurubicara dengan mendirikan gurubicara.com, founder @bisaberbagi dengan mendirikan bisaberbagi.com, founder @komunitasguruinspiratif dan beberapa branding lainnya, namun hasilnya tidaklah memuaskan.

Hingga akhirnya di tahun 2014 Bapak Namin mulai menjadi Trainer dan Motivator Pendidikan secara professional dengan Branding Motivator Pendidikan Kreatif dan membuat blog motivatorkreatif.wordpress.com. Pada tahun itu jadwal trainingnya sudah mulai padat, tema-tema yang dibawakan adalah “Mendidik Dengan Keteladan dan Cinta” tema ini diambil dari buku yang ditulis oleh beliau dan tema-tema pendidikan lainnya. Hingga akhirnya tahun 2015, beliau harus memutuskan jalan terbaik, dengan prinsip “Wajib dapat uang halal” maka Jabatan Kepala Sekolah, Guru, dan Sertifikasi guru ditinggalkannya, karena beliau tidak mau mendapatkan uang tersebut sementara dirinya tidak mengajar dan tidak hadir jadi Kepala Sekolah serta dengan atas dasar kemaslahatan yang lebih banyak agar ide dan gagasan dalam dunia pendidikan dapat dirasakan oleh guru di seluruh Indonesia. Prinsip yang mulia yang perlu dicontoh dan diteladani.

Saat ini Bapak Namin aktif mengajar sebagai dosen tamu di beberapa perguruan tinggi, dengan mata kuliah Adversity Quotient, Managamen Organisasi, Etika Profesi, Kecakapan Antar Personal, Manajemen Pendidikan Non Formal, Landasan Pendidikan, Metodologi Penelitian dan Mata Kuliah Arsip Elektronik. Dalam mengajar, beliau mengembangkan sebuah  konsep yang menarik dengan nama “Mengajar Kreatif Layaknya Kelas-kelas Training” karena penerapan mengajar yang dinamis dan menyenangkan, beliau pernah mendapatkan penghargaan dosen terbaik pilihan mahasiswa.

Pengalaman Bapak Namin memberikan training selama kurang lebih lima belas tahun terutama dalam dunia pendidikan menjadikan beliau dikenal sebagai Motivator dan Trainer Pendidikan. Keahlian beliau pada bidang Personal Develompent, Public Speaking, Creative Teacher, Islamic Parenting, education and technology, Personal Branding, School Branding Potential Development dan Consultant of Islamic education. Peserta trainingnya dari berbagai kalangan mulai dari Pelajar, Mahasiswa, Guru, Orang Tua Kepala Sekolah, Dosen,  Pimpinan Lembaga, Relawan, Remaja Masjid dan berbagai kalangan lainnya.

Selain menjadi Trainer dan motivator handal, Bapak Namin juga menulis beberapa buku solo yang pernah diterbitkannya, antara lain:
1. Saya Mau Jadi Guru Go Blog
2. Mendidik Dengan Cinta dan Keteladanan
3. Cinta Sang Guru
Dan beberapa buku Antalogi yang digagas oleh beliau bersama guru dan mahasiswa,  antara lain:
1.       Guru Kreatif di Zaman Digital
2.       Bukan Guru Biasa
3.       Pelangi Cinta dan Cita
4.       Inspirasi untuk membangun masa depan

Ide dan gagasan-gagasan Bapak Namin di dunia pendidikan bisa dibaca pada www.motivatorpendidikan.com., serta di blog dan media sosial yang dimiliki oleh beliau, seperti Facebook dan Instagram.

Aktivitas sehari-hari selain mengisi berbagai kegiatan training dan mengajar, Bapak Namin juga hampir setiap hari membuat Design Slide Presentasi, menulis di Blog dan Web serta di Media Sosial. Selain itu membaca merupakan bagian dari aktivitas sehari- hari yang dijalani oleh beliau. Motto beliau adalah: Pribadi yang hebat adalah mereka yang terus mau belajar memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.

Bapak Namin juga memberikan beberapa tips pada kuliah malam ini. Tips dari Bapak Namin yang berhubungan dengan Membangun Branding, antara lain sebagai berikut:
1. Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya.
2.   Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.
3. Menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati.
4. Upaya memanfaatkan blog dan media sosial untuk aktivitas yang positif, tidak mengumbar tentang aktivitas pribadi yang tidak ada hubungannya dengan dunia pendidikan
5. Menjadi guru di atas rata-rata, harus mau berusaha membangun kapasitas diri menjadi lebih baik.
6. Jika ingin serius menjadi blogger, juga belajar membuat desain, buat desain yang kreatif misal menggunakan CorelDraw.
7.  Jangan pernah copy paste tulisan orang lain. Jadilah penulis telah sesuai dengan kapasitas yang kita miliki.
8. Kesuksesan itu tidak dibangun dengan jalan yang instan, tetapi butuh perjuangan yang panjang.

Pada akhir kuliah, Bapak Namin memberikan kesimpulan. Adapun kesimpulan materi yang sudah disampaikan oleh beliau adalah sebagai berikut:
1. Selalu bersemangat untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakan dan meneladani.
2. Banyak belajar dari berbagai sumber, karena tidak mungkin bisa menulis jika malas membaca. 
3. Jadilah sebaik baik manusia yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang. 
4. Fokus menulis sesuai dengan passion dan kemampuan kita. Jangan copy paste tulisan orang lain.


Demikianlah resume yang saya buat kali ini, semoga bermanfaat. Masukan dan saran dari rekan-rekan sangat saya harapkan demi perbaikan tulisan ini. Terima kasih. Salam Literasi.

Minggu, 28 Juni 2020

Belajar Menulis Gelombang 12 - 11


Dokumentasi Kegiatan Melalui Blog

Resume Kuliah Pertemuan kesebelas


Belajar Menulis Gelombang 12
Pertemuan 11 : Rabu, 24 Juni 2020
Waktu              : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri          : Dedi Dwitagama
Topik                : Dokumentasi Kegiatan Melalui Blog
Peresume        : Dra. Arnita Budi Siswanti, M.Hum
                            (arnita.znt@gmail.com)

Rabu, tanggal 24 Juni 2020 merupakan pertemuan ke-sebelas, kelas belajar menulis online gelombang 12 bersama Om Jay. Kali ini nara sumbernya adalah Bapak Dedi Dwitagama. Saat ini beliau mengajar Matematika di SMKN 50 Jakarta. Informasi lebih lengkap tentang Pak Dedi, dapat disimak di blog beliau http://dedidwitagama.wordpress.com/about

Pak Dedi adalah seorang Pendidik, Trainer, Nara Sumber dan Motivator bidang Pendidikan, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, HIV/ AIDS, Kepemimpinan, Public Speaking, Teknologi Informasi, Menulis Kreatif/ Creative Writing, Pendidikan Karakter dan Komunikasi/ TIK.

Pengalaman Pak Dedi di dunia pendidikan, dapat dijelaskan sebagai berikut. Beliau menjadi Guru di Sekolah Teknologi Menengah Negeri 39 Jakarta selama tujuh belas tahun. Pada tahun 2005 menjadi Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Jakarta. Tahun 2009 menjabat sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 36 Jakarta, sekolah khusus di mana terdapat Program Studi Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknik Kapal Penangkap Ikan dan Agribisnis Perikanan. Pada November 2011, beliau menjadi Kepala Sekolah di SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang merupakan satu-satunya sekolah Penerbangan Negeri di Jakarta hingga akhir tahun 2012, saat ini beliau menjadi Guru Matematika di SMKN 50 Jakarta. Motto beliau adalah Learning, Training, Motivating, Inspiring, Empowering People.

Pak Dedi mengawali kuliah malam ini dengan menyampaikan pengertian tentang blog.

Apa itu blog?
Blog adalah catatan atau dokumentasi seseorang atau sebuah organisasi yang ditayangkan di internet berbasis web dan bisa diakses oleh orang-orang di seluruh dunia. Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Sejak saat itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Pak Dedi mulai menulis di blog sejak 2005. Blog beliau berisi dokumentasi perjalanan dari Sabang sampai Merauke dan beberapa negara di dunia. Bagi bapak/ ibu yang memiliki hobi fotografi, bisa berteman dengan Pak Dedi di instagram https://www.instagram.com/dwitagama/, sedangkan bagi penggemar youtube, bisa berteman dengan beliau di https://www.youtube.com/user/dwitagama.

Blog pertama Pak Dedi tahun 2005, masih tayang hingga saat ini yaitu: https://dwitagama.blogspot.com. Pada tahun 2007, beliau hijrah ke wordpress, karena ketika tahun 2007 wordpress muncul, seperti pola di dunia teknologi, edisi terbaru umumnya memiliki banyak kelebihan dan keunggulan dibanding pendahulunya, dan sekarang wordpress sudah ada app nya di android dan iphone. Blog wordpress beliau dapat dilihat di https://dedidwitagama.wordpress.com.

Blog  beliau dilihat hampir dua juta kali dengan pengunjung hampir 600.000. Beliau juga ngeblog di kompasiana, bisa dilihat di https://www.kompasiana.com/dwitagama
Posting terakhir beliau tentang balita yang sudah pandai merokok, termasuk di depan ibu dan adiknya. Yang membuat kita prihatin bahwa anak SD yang merokok di Indonesia sekarang sudah biasa, anak balita pun sudah banyak yang merokok, bisa dilihat di https://dedidwitagama.wordpress.com.

Manfaat Blog
Manfaat blog bagi Pak Dedi yang utama adalah mendokumentasikan kegiatan, perjalanan, ide-ide, keresahan, atau apa saja yang bisa disampaikan secara lisan pada kegiatan rapat-rapat di sekolah atau yang tidak bisa disampaikan pada siapapun. Bagi beliau, blog seperti keranjang yang beliau titipi di dunia maya. Pak dedi memiliki hobby fotografi dan mendokumentasikannya pada blog khusus https://fotodedi.wordpress.com, sejak zaman belum ada instagram.

Malam ini kuliah agak berbeda dengan sebelumnya karena Pak Dedi mempersilahkan peserta bertanya ketika sesi kuliah sedang berlangsung. Saya agak kerepotan juga membuat resume karena chat di WA group tertindih dengan pertanyaan para peserta yang bertanya dengan semangat. Setelah pertanyaan menumpuk, Ibu Fatimah sebagai moderator menutup chat sementara dan  memberi kesempatan kepada Pak Dedi untuk menjawab pertanyaan peserta. Kuliah menjadi seru dan terjadi interaksi secara langsung antara Pak Dedi dan peserta diklat belajar menulis.

Pak Dedi menulis apa saja dan kapan saja saat ide muncul, misalnya saat beliau menunggu anak di lokasi parkir sekolahnya, sambil mendengarkan musik di mobil, beliau menulis dengan menggunakan HP dan tidak perlu diedit, langsung ditayangkan saja. Beliau memberikan saran supaya kita berusaha semakin sering menulis, karena pengalaman menulis secara otomatis akan meningkatkan mutu tulisan, plus sering-sering berkunjung ke blog teman sebagai pembanding. Membalas komentar pembaca blog kita, akan meningkatkan motivasi ingin menulis lagi dan lagi, perasaan kita menjadi happy. Beliau kurang suka membuka group WA, tetapi lebih senang membuka portal resmi yang minim hoax, jarang ngerumpi, lima belas menit sebelum absen pulang, beliau berusaha memposting tulisan atau menjadwalkan untuk terbit minggu depan.

Pak Dedi memberikan beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan menulis kita, antara lain:
1.   Menulis apa saja dan kapan saja ketika ada ide, langsung ketik di HP dan kirim.
2.  Berusaha untuk sering menulis, karena pengalaman menulis secara otomatis akan meningkatkan mutu tulisan kita.
3.   Sering berkunjung ke blog teman-teman kita sebagai pembanding dan menambah referensi.
4. Membalas komentar pembaca blog kita, karena hal itu akan meningkatkan motivasi kita untuk menulis dan menulis lagi. Perasaan kita menjadi senang.

Kompasiana.com
Ada pertanyaan yang menarik dari salah satu peserta. Bagaimana cara memposting artikel atau tulisan kita di kompasiana.com? Pak Dedi menjelasknan caranya adalah memposting dahulu tulisan kita di kompasiana.com baru di copy paste untuk blog kita yang lain. Karena jika sudah terlanjur di posting di blog kita yang lain, baru di copy paste dikirim ke kompasiana.com, tulisan akan dihapus oleh adminnya. Karena kompasiana.com mempunyai sistem yang bisa mengetahui apakah tulisan kita sudah tayang di tempat lain atau belum.

Seperti apa buku yang menarik?
Menurut Pak Dedi, buku yang menarik itu sangat subyektif, namun ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai tolok ukur apakah buku kita itu menarik atau tidak, yaitu dengan cara:
1.     Menempatkan diri kita sebagai pembaca buku yang kita tulis.
2.     Mengamati apakah tulisan kita menarik atau tidak.
3.     Menjawab secara jujur dari masukan yang diberikan.
4.     Minta tolong teman atau keluarga untuk menilai buku kita.
5.   Memperbaiki jika ada kekurangan dan segera diterbitkan, karena jika dikoreksi berulang-ulang pasti selalu ada kekurangan.

Blogspot.com atau Wordpress.com?
Pemilihan penggunaan blogspot.com ataukah wordpress.com itu tergantung selera. Beberapa orang menyukai menggunakan blogspot.com, sementara orang lain lebih suka menggunakan wordpress.com. Kalau Pak Dedi lebih suka menggunakan wordpress.com. Bagaimana seandainya ingin berpindah dari blogspot.com ke wordpress.com atau menggunakan keduanya? Menurut Pak Dedi kita bisa memindahkan tulisan kita dari blogspot.com semuanya bisa dipindah ke wordpress.com, jadi langsung banyak isinya atau kita juga bisa menggunakan keduanya sekaligus. Kalau saya hanya memilih salah satu saja, karena keterbatasan kemampuan saya...hehe.

Kesimpulan
Kuliah yang sangat menarik dan interaktif. Dari pemaparan Pak Dedi malam ini, dapat disimpulkan bahwa:
1. Blog berisi dokumentasi kegiatan, perjalanan, ide-ide, kebahagiaan atau apa saja kita sukai dan bisa disampaikan pada siapapun.
2. Dengan sering menulis di blog, keterampilan menulis kita akan semakin terasah.
3. Kita dapat memilih blog yang sesuai dengan keinginan kita, misal blogspot.com atau wordpress mengikuti perkembangan zaman.
4. Kita juga dapat mengirim tulisan kita ke kompasiana.com dengan memenuhi persyaratan yang diberikan oleh kompasiana.com.
5. Menulislah sesering mungkin agar keterampilan menulis kita meningkat dan menarik.
6. Apabila tidak ada ide untuk menulis, berkunjunglah ke blog teman kita sebagai pembanding atau referensi. Setelah mendapat ide, langsung menulis dan kirim.
7. Dokumentasikan kegiatan-kegiatan kita atau foto-foto kita di blog sebagai sejarah dari hidup kita yang kelak dapat dijadikan buku.
8. Gunakan waktu seefektif mungkin untuk kegiatan yang positif, salah satunya dengan menulis di media sosial.


Demikianlah resume yang saya buat kali ini, semoga bermanfaat. Masukan dan saran dari rekan-rekan sangat saya harapkan demi perbaikan tulisan ini. Terima kasih. Salam Literasi.


Belajar Menulis Gelombang 12 - 17

Proses Menerbitkan Buku Ajar Resume Kuliah Pertemuan ketujuhbelas Belajar Menulis Gelombang 12 Pertemuan 17 : Rabu, 8 Juli 20...